Bicara Cinta


Apa sih anu ?

Kenapa masih perlu membahas soal cinta-cintaan? Memangnya masih jaman ya?

Jawabannya, kenapa tidak? Bicara cinta memang sesuatu hal yang abstrak, namun dapat membuat kita merasakan hentakan perasaan yang begitu kuat dan kadang membuat tidak berdaya (bahasa Itali-nya: Klepek-klepek) Cinta merupakan suatu tema yang sangat universal dan telah dibahas / disadur / diangkat / dijadikan inspirasi dalam jutaan lagu, drama tv, film, puisi, cerpen, novel, buku, dll. Tema cerita yang seakan tak pernah kehabisan ide untuk dituangkan dari berbagai sudut pandang dan bermacam bentuknya. Lebih lanjut, tema ini juga selalu mewarnai sejarah kehidupan manusia, dari jaman (bisa dibantah) Adam & Hawa sampai sekarang. Cinta tidak pernah ketinggalan. Kecuali telat datengnya. (jadi ketinggalan).

Cinta merupakan proses reaksi kimia dan biologis yang kompleks di dalam otak kita dengan neuron-neuron dan atom-atom yang saling bersinggungan, bereaksi, menghasilkan hormon Pheromone yang dapat membuat kita saling tarik – menarik satu sama lainnya, berinteraksi dalam saling merasakan, saling berbagi, dan saling transaksi, eh.

Semua mempunyai pendapat masing-masing tentang siapa itu Cinta sebenarnya, baik dalam bersikap maupun cara memandang. Berikut mungkin dapat disimak beberapa contoh tentang cinta dari berbagai macam interpretasi yang ada: (side note; jangan terlalu serius ya bacanya, kendorin dikit ah)

  • Cinta itu buta, namun tak pernah salah.

dark justice tv
Justice is blind, but it can see in the dark.

Cinta itu buta, namun masih dapat melihat dalam kegelapan. (Dikutip dari serial TV Dark Justice, kalau gak tahu serial ini, selamat Anda masih muda, hee)

Buta dalam arti dapat menyerang siapa saja tanpa sadar merasakannya. Tidak pandang suku, agama, ras, dan antar golongan, semua dapat terserang “virus” ini. Dari Presiden, nenek-nenek, sampai ke tetangga sendiri. Kemudian, kalau cinta yang tidak sesuai tujuan, apakah lantas itu salah? Cinta tidak pernah salah, yang salah terkadang cinta tersebut tidak sama dirasakan juga oleh lawan yang kita cintai, atau biasa disebut; “tepok Pramuka, woooshh wooosh” Karena cinta, sebagaimanapun indahnya, tetap membutuhkan suatu reaksi dari aksi yang ada. Tanpa itu ya, selamat deh, pendem aja terus yang dalem.

Tapi, apa itu adil? Kita kadang merasa bahwa itu tidaklah adil. Namun, apa yang akan kita perbuat kalau memang lawan tersebut ternyata mencintai yang lainnya. Kata-kata yang paling pas untuk menghibur kaum yang teraniaya ini mungkin adalah “Cinta tidak harus memiliki” Tapi kan tetep aja perih? yang namanya cinta, ya pastinya pengen memiliki. Tapi terkadang kita mesti rela melepas cinta yang ada tanpa dapat memiliki sedikitpun. (Diangkat dari beberapa pengalaman pribadi yang berulang kali terjadi terus menerus, kenapa sihh??) Itu cinta apa brosur les privat? dimana-mana kok nempel. Tapi salah gak sih? gak juga, cuma kadang salah sasaran aja. Haa.

Dilarang

Bagaimana dengan cinta yang verbodden atau terlarang? sebenarnya sih gak ada yang melarang, cuma terkadang cinta itu datang tidak tepat dan tidak sesuai apabila diaplikasikan dengan kaidah norma-norma sosial, adat istiadat dan budaya yang berlaku di suatu tempat. Seperti contoh; cinta kepada selingkuhan. Apabila dua orang saling menyayang dan mencintai, maka yang sulit untuk dilakukan adalah untuk mempertahankannya. Karena apabila satu diantara pasangan tersebut sudah tidak mau atau tidak bisa membalas rasa itu, maka dia bisa saja bertemu dengan cinta yang lain. Terkadang situasi dan kondisi yang ada menggariskan seseorang harus bertemu di waktu dan tempat yang kurang tepat. Tapi hal ini bukan karena cinta yang salah, melainkan karena keadaan yang ada. (Cue song: Utha Likumahuwa & Trie Utami – Mungkinkah terjadi)


Rossa Ft. Jalu – Mungkinkah Terjadi. ©TransTV


Kemudian selanjutnya, bagaimana soal cinta dengan sesama jenis? Lagi – lagi ini bukanlah cinta yang bersalah, namun, reaksi kimia yang ada di otak kita kadang memiliki arus dan tegangan yang berbeda, banyak pro kontra tentang hal ini, apalagi dikaitkan dengan norma agama. Namun, bagaimanapun juga, ada baiknya kita tidak langsung menghakimi sesuatu yang tidak pernah kita rasakan sendiri. Dan, mari coba berusaha untuk saling menghargai bahwa setiap manusia di planet yang biru ini mempunyai hak yang sama dengan manusia lain. Yaitu, hak untuk saling mencintai dan dicintai. Inget, ada kata saling!

LGBT
All Human
  • Cinta itu Anugrah, maka berbahagialah

Diambil langsung dari lirik laguDoel sumbang – Arti Kehidupan.” Berbahagialah bagi yang tidak tahu lagu ini, berarti kalian masih belum perlu jaga kolesterol. Bunyi liriknya kurang lebihnya begini:

Cinta itu Anugrah
maka berbahagialah
sebab kita sengsara
bila tak punya cinta hmmmmmm

Eymmm cyinnnn, anugrah benerrrr. Jadi, mau cinta kita dibales atau tidak, ya syukurin aja lah ya. Syukuriinnnn (dengan nada melengking) emangnya enakk. Itulah yang terjadi kalau cinta kita itu gapon atau gagal respon dan termasuk beberapa barisan sakit hati lainnya. Ya, bagi yang sedang bahagia dan dilanda badai topan asmara sih kadang sulit untuk berpikir dengan logika. Tapi bagaimanapun rupanya, harus diakui bahwa si Doel Sumbang kadang ada benernya juga. Sebagaimana sakitnya cinta, ya tetap itu anugrah (bukan Menara yang di Mega Kuningan). Sebuah kelebihan yang dapat dirasakan oleh manusia. Apa yang terjadi apabila kita tak punya cinta? menurut Doel Sumbang sih kita akan sengsara. Ya, terus aja sengsara sendirian terus-terusan.

Sebagian orang bilang “Mungkin, sendiri itu lebih baik” mungkin, tapi sayangnya hal itu salah. Manusia adalah mahluk yang sosial. Paling tidak menurut apa yang dikatakan oleh Aristoteles. Yang mengemukakan sebuah pendapat Zoon Politikon. Secara singkat menjelaskan manusia sudah ditakdirkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu dengan yang lain, serta yang membedakan antara kita dengan hewan. Adam smith lebih lanjut bilang, manusia adalah Homo Homini Socius artinya menjadi sahabat bagi sesama. Lebih lanjut lagi si mas Adam (Smith, bukan Levine) bilang manusia sebagai Homo Economicus atau mahluk ekonomi, yang tidak pernah puas dengan apa yang telah didapat dan terus berusaha memenuhi hasrat kebutuhannya. Namanya juga manusia. Setelah itu si Thomas Hobbes seorang filsuf dari Inggris, mengemukakan manusia sebagai Homini Lupus. kurang lebih intinya, manusia bisa menjadi serigala bagi manusia lain. Pantas saja si Afgan menyanyikan sadis. Ternyata manusia juga bisa sadis ya gan! Maka bersyukurlah wahai manusia!

Anji – Arti Kehidupan (Live at Music Everywhere) ©NET.TV


  • Cinta dalam sepotong roti

Love in a slice of bread.” Kok bisa cinta ada di dalam roti? memangnya mau dimakan? ada rasa apa aja? Nanas, Mocca, Keju, Coklat, Nutella, Green tea? Entahlah, bisa ditanyakan sama bang Garin Nugroho, sutradara dari film Indonesia yang memenangkan piala citra FFI tahun 1991. (Buat semua perempuan yang lahir di tahun ini, cuma mau ngomong, “Haiii” *dadah-dadah* dengan senyum cungkring ????) Film ini dibintangi oleh Adjie Massaid, Tio Pakusadewo dan Monica Oemardi. Dan telah diadaptasi dalam sebuah novel dengan judul yang sama oleh Fira Basuki. Ceritanya tentang toko roti? atau si Tio Pakusadewo keliling dengan gerobak sepeda roti Law, sambil teriak “Tiiii,, Lawwww” gak gitu juga sih.

Tapi yang jelas, cinta itu kadang enak dimakan, kadang pait untuk ditelen (baca dong exp. date-nya) Intinya nih ya, itu ya apalagi kalau bukan cinta segitiga, antara aku, dia dan bekas pacarmu ujar si Bang Iwan Fals. Setelah berulang kali jatuh ke lubang yang sama, mungkin lebih baik, kalau udah urusan cinta segitiga begini, serahin deh bolanya ⚽️ ke ceweknya, untuk ditendang ke gawang yang sesuai kata hatinya, udah capek pokoknya kalau mesti gelut soal perempuan sama cowok lain. Mungkin, kita semua pernah mengalaminya, bahkan, kita bisa ditinggalkan karena hal ini, sakit, perih, letih, ya udah sih! Mending tonton deh sebuah cerita cinta klasik antara si Mayang, Harris serta si To*an dalam film ini.

bicara cinta dalam sepotong roti

  • Cinta yang zbl, kzl, belencek dan sejenisnya

Sering di ungkap kan oleh para barisan sakit hati atau bisa juga oleh rekan-rekan Jomblo handai-taulan setanah air. Biasanya, terucap kalau sedang mengalami yang namanya patah hati, cinta di tolak (jangan dukun bertindak), cinta dilepeh, atau bahkan di injek-injek depan kita. Banyak orang lari dengan caranya sendiri, ada yang pergi mancing (ikan) ada yang bertapa di rumah gak makan gak minum (tanggal tua), ada juga yang terus berlari, kabur tidak mau menghadapi, lengkap dengan segala macam hal yang bikin gak sadar diri (walo itu pasti cuma sementara) suatu fase yang kadang kita harus lewati untuk menuju sebuah proses pendewasaan diri.

Kita harus selalu percaya, bahwa memang benar cuma waktu yang akan menyembuhkan semua, cuma kok kadang ditungguin lama banget ya gak lewat-lewat perasaan si waktu, tapi saat kita berada di titik nadir tersebut, percaya lah, kita semua akan bisa kilas balik dan seakan menertawakan, kok bisa ya begitu saat itu? Kadang jalan yang paling cepat untuk melewatinya itu, bertemu dengan orang yang baru untuk cepat menggantikan yang telah lalu, atau kadang kita hanya cuma bisa pasrah dan berdoa, supaya buruan cepat lewat.

Kemudian buat para Jombloers sahabatku, yang mungkin belum pernah ketemu apa itu yang namanya cinta dan sakit hati, makanya selalu berkata, itu apa ya? sejenis tanaman merambat? atau binatang melata? Mungkin memang belum waktunya, tunggu saja, nanti akan merasa kelimpungan sendiri kalau sudah mengalaminya. Yang kaku aja nanti bisa dibuat jadi lemes kok. #PlayerKalem Yang jelas kalau kita sudah bertemu dengan orang yang kita cari selama ini, buruan deh, udah ditanyain nyokap, tuh!

  • Cinta itu sederhana

Bukan hanya masakan padang yang bisa buat kita bahagia karena ke“sederhana”an, tapi di saat kita bisa saling menghargai dan saling menjaga, maka cinta akan terasa sangat sederhana dan tidaklah rumit. Berbahagialah mereka yang telah menemukan betapa sederhananya hidup itu apabila di isi dengan bilur-bilur kasih sayang serta ditambah dengan kehadiran sang buah hati untuk dicintai. Salah satu respon atau insting sifat manusia untuk selalu survive, menjaga eksistensi dan berkembang biak, manusia tidak akan punah dari muka bumi ini selama mereka terus bercinta (literally) dan memiliki keturunan. Jadi esensi dari sebuah kehidupan bisa di artikan sederhana apabila ada seseorang yang bisa meneruskan jejak kita, saat kita harus pamit undur diri kembali ke bumi dan bertemu dengan.. (masih belum dapat dibuktikan) kehidupan lain setelah kehidupan ini.


jejeran sendal

  • Ketika bicara cinta

Sesuatu yang begitu ambigu, tetapi kenapa kita senang untuk membicarakannya? karena sekali dalam hidup kita, kita pasti pernah merasakannya. Sebuah emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat dan rasa saling tertarik terhadap sesuatu yang selalu diiringi dengan rasa ingin berkorban, memiliki, empati, perhatian, dan kasih sayang.  Kita semua seakan berlomba-lomba dalam mencarinya, selalu merasa yang kita miliki selalu lebih baik dari lawan kita. Apapun itu, kita semua membutuhkannya. Walau mesti berulang kali gagal, dan mulai akrab dengan kata menyerah, kita terus mengejar, dan mendambakan, bahwa kelak, orang yang kita sayangi, juga memiliki rasa yang sama juga.

Setelah melewati berbagai getir pahit, asin, asam dan rasa kecut. Terkadang kita menjadi malas untuk tetap terus mengejar, rasa capek dan penat serta jenuh mulai menggelayut. Dan hal itu teramat wajar saja terjadi, Tetapi, disaat kita mulai menemukannya, dan berusaha keras berjuang untuk mempertahankannya, kita juga harus bisa berani; Berani terjun tanpa parasut dan membiarkan angin menerpa wajah kita pada saat kita jatuh, berani bersikap dan beradaptasi dalam mengubah sikap, berani dalam mengemukakan apa yang kita rasakan, dan berani pula mengakui apabila membutuhkan pendapat orang lain di sekitar kita yang mungkin lebih dapat melihat kita apa adanya.

Suatu hari senja itu akan hilang, dan gelap nya malam akan berganti pagi. Pecahkan sunyi sepi, dengan kicau burung beo yang menemani. (Mass Hajaarrr, uhukk uhukk, Bbrrrrr) Musim hujan pun berganti, mungkin memang belum bersemi saat ini, tapi suatu hari nanti, dimana kita sudah memutuskan untuk menghentikan langkah ini, sejenak berlutut dan meminang seseorang untuk dijadikan permaisuri, yang dapat setia mendampingi di kerajaan hati. Disitulah, disitu kita memulai. Sebuah lembaran baru bersama-sama tanpa harus merasa sendiri, lagi.

Like The Beatles famously said; “all you need is love”

Cast of Glee All your need is love
{{heart_svg}}LikeLiked
0

©Cast of Glee – all you need is love, all rights reserved. From the album Glee sings the Beatles. Twentieth Century Fox Film Corporation

Hajar, masih menanti.

13 August 2016

Leave a reply:

Your email address will not be published.